Connect with us

Flores Timur

Umat Katolik Flores Timur Kecam Adanya Ornamen Suci Semana Santa di Bali

Berita Terupdate

Published

on

LARANTUKA– Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT dikenal dengan wisata religius Semana Santa yang kini mendunia. Kota dengan julukan Kota Reinha (suci) ini merupakan satu-satunya kerajaan katolik di Indonesia. Kini, Larantuka diusulkan menjadi kota suci bagi umat katolik Indonesia.

Namun, publik dikagetkan dengan beredarnya foto-foto ornamen suci Semana Santa yang tersebar di media sosial. Foto-foto ornamen Semana Santa itu diketahui dipajang di sebuah festival di Bali.

Umat katolik khususnya di grup facebook Suara Flotim mengecam keras sikap Pemda khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim yang diduga punya andil atas keberadaan ornamen sakral itu.

Baca juga : Larantuka Diusulkan Jadi Kota Suci Umat Katolik Indonesia

Media ini berhasil menghubungi pihak dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim terkait polemik yang membuat geram umat katolik itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Apolonia Korebima mengaku jika ornamen-ornamen yang berada di Bali itu merupakan ornamen Semana Santa Larantuka.

Baca juga : MUI Flores Timur Dukung Usulan Larantuka Jadi Kota Suci

Ia mengatakan, ornamen suci itu diikutsertakan dalam Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang digelar di Karang Asam, Bali sejak 21 hingga 24 Juni 2019.

“Yang dibawa hanya ornamen berupa pakaian dengan bendera saja, tidak ada patung yang dibawa,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

Ia menjelaskan, ornamen itu dibawa dalam Rakernas JKPI karena Flotim termasuk salah satu kota di Indonesia yang masuk dalam jaringan kota pusaka.

“Flores Timur merupakan satu-satunya kerajaan katolik di Indonesia dan sejarahnya bahwa kerajaan sudah menyerahkan tongkat kerajaan ke Bunda Maria. Ini yang mau kita tunjukan ke dunia bahwa inilah keunikan kita, menghormarti Bunda Maria yang puncaknya adalah Semana Santa,” jelasnya.

Baca juga : Gema Toleransi di Pekan Suci Semana Santa Flores Timur

Menurut dia, ornamen Semana Santa yang dibawa dalam Rakernas JKPI itu atas persetujuan konferia dan pihak gereja. Ia juga mengaku kebijakan membawa ornamen suci itu juga telah disepakati pihak kerajaan Larantuka dan pemerintah daerah Flotim.

“Kita hanya ajukan, kewenangannya ada pada konferia, disetujui maka ornamen itu dibawa. Jika tidak, ya tidak mungkin dibawa. Konferia yang bertanggungjawab untuk semua itu,” katanya.

Ia menambahkan, ornamen Semana Santa yang ditampilkan dalam rakernas JKPI itu tidak bertujuan komersial. Tujuannya mau menunjukan bahwa Larantuka adalah satu-satunya kerajaan katolik di Indonesia yang menghormati Bunda Maria sebagai ratu umat katolik di kota Larantuka.

“Dalam rakernas itu ada pawai pusaka dan pagelaran budaya pusaka, jadi bukan hura-hura,” pungkasnya. (Terupdate/Liputan6)