Connect with us

Hukrim

Selundupkan Ribuan Pil Ekstasi ke NTT, Pasutri Timor Leste Diciduk Polisi di Motaain

Berita Terupdate

Published

on

ATAMBUA– Kepolisian Resor Belu dan Bea Cukai Atambua, Nusa Tenggara Timur, berhasil menggagalkan penyelundupan 4.874 butir narkotika jenis MDMA atau ekstasi dari negara Republic Democratic Timor Leste di Pos Lintas Batas Negara Motaain.

Terekam citra X-ray Bea Cukai, ribuan pil ekstasi yang ditaksir senilai Rp4.874.000.000,00 itu hendak diantar kepada seseorang di ke Kota Kupang, untuk selanjutnya diteruskan ke Jakarta.

Baca juga : Polisi Tangkap 2 Pemasok Narkotika ke NTT Bermodus Pengiriman Beras

Barang haram ini dibawa oleh pasangan suami istri berinisial JSP alias Jose dan AS alias Ansa, warga negara Timor Leste. Ribuan pil ini dipaket menjadi lima bagian dan dimasukan kedalam sebuah printer berwarna putih.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing menjelaskan, pasutri yang telah ditetapkan tersangka ini, awalnya disuruh oleh majikan berinisial JG warga negara Filipina, untuk mengantar printer yang telah diisi dengan pil ekstasi kepada penerima, berinisial HS di Kota Kupang, yang saat ini telah diamankan juga di Polda Nusa Tenggara Timur.

“JG ini warga negara Filipina dan tinggal di Timor Leste. Aaat ini sudah diamankan oleh Polisi Nacional Democratic Timor Leste (PNTL),” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Ia mengatakan, penangkapan terhadap pasangan suami istri, pada 29 Mei lalu sekitar pukul 11.30 wita di Pos Lintas Batas Negara Mota Ain. Saat itu, kedua tersangka yang menumpang mobil travel diperiksa barang bawaan mereka oleh petugas Bea Cukai.

“Setelah diperiksa, petugas menemukan lima buah kemasan plastik warna hitam yang disembunyikan didalam printer tersebut. Isi dalam plastik setelah diperiksa ternyata berisi narkoba jenis MDMA atau ekstasi,” jelasnya.

Menurutnya, pengungkapan dan penangkapan para pelaku, merupakan kerja sama dari seluruh instansi terkait di perbatasan RI-RDTL, khususnya penegak hukum, sehingga barang haram yang ditenggarai memiliki kualitas terbaik itu digagalkan penyebarannya.

Baca juga : 2 Anggota Polres Sikka Ditangkap Saat Asyik Pesta Sabu

Sementara itu menurut pengakuan tersangka JSP, ia bersama isterinya berencana ke Kupang untuk membeli cicin nikah. Ia tidak menyangka printer yang dikirim majikannya itu berisi narkoba. Saat berangkat, ia diberi uang sebesar 100 dolar oleh majikannya.

“Saya sebagai karyawan tidak tahu apa-apa. Disuruh bos suruh ya ikut saja. Katanya printer mau diantar ke teman majikan di Kupang. Istri saya juga tidak tahu apa-apa karena saya ajak istri ke Kupang sekalian beli cincin kawin,” ungkap tersangka.

Ribuan butir narkotika jenis MDMA itu diduga akan diedarkan di Indonesia, dengan harga Rp4874.000.000,00. Para pelaku dijerat undang – undang narkotika dengan ancaman hukuman penjara semumur hidup atau hukuman mati.Nitano/Liputan6)

Continue Reading